DAFTARKANNOMER HP ANDA KE SMS CENTER HARGA TELUR INDONESIA CARANYA : 1. SILAHKAN DONASI Rp.50.000 ,- Ke Rek BCA 0244156807 atas nama IKE SULISTYA NINGSIH Untuk kami gunakan sebagai biaya operasional dan pengiriman informasi selama 1 bulan 2. Ketik DAFTAR kirim SMS/WA ke : INFO CENTER HARGA TELUR INDONESIA 0822 3265 8851
Hari ini harga telur ayam per kilogram dari kandang. Kemarin per kilogramBlitar ANTARA - Peternak ayam di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengeluhkan harga telur ayam yang semakin turun menjadi hanya per kilogram, sebab tidak sesuai dengan biaya perawatan. "Hari ini harga telur ayam per kilogram dari kandang. Kemarin per kilogram," kata Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Putera Blitar, Sukarman saat dikonfirmasi di Blitar, Senin. Ia mengatakan, turunnya harga telur ayam ini sudah terjadi sejak awal pandemi COVID-19. Kebijakan PPKM juga membuat harga telur ayam semakin turun. Produksi telur ayam tetap, sedangkan barang tidak bisa leluasa dikirim ke luar kota. Baca juga Presiden kirimkan bantuan jagung untuk Suroto, peternak ayam Blitar Kabupaten Blitar adalah salah satu penghasil telur ayam dari sentra peternakan ayam yang cukup besar. Telur-telur ini selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, juga dikirim hingga berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta. Bahkan, telur ayam asal Blitar juga sebagai salah satu penyokong kebutuhan telur nasional. Sebelum pandemi COVID-19, per hari pengiriman bisa hingga mencapai 450 ton. Namun, saat ini karena ada PPKM jumlah pengiriman itu pun menurun drastis. Misalnya di Jakarta, program pangan murah dihentikan sementara, sehingga permintaan telur pun turun. "Jadi, garis besarnya ada pandemi sehingga lalu lintas manusia dikurangi. Ini akhirnya menjadikan harga telur turun, padahal produksi tetap. Pakan bahan bakunya impor, selama pandemi juga naik. Dengan demikian, ternak alami kesulitan, ditambah PPKM beberapa bulan terakhir itu lebih parah lagi," kata dia. Baca juga Pinsar Presiden minta harga pakan jagung ke peternak Selain harga telur yang terus mengalami penurunan, harga pakan juga masih mahal, sekitar per kilogram untuk pakan jadi. Sedangkan untuk jagung per kilogram. Padahal, harga jagung sesuai peraturan Kementerian Perdagangan seharusnya per kilogram. Menurut dia, HPP telur idealnya adalah per kilogram. Namun, karena harga saat ini sekitar Rp14 ribu per kilogram dari kandang, otomatis peternak mengalami kerugian sekitar per kilogram. Ia juga menambahkan, saat ini banyak peternak yang gulung tikar. Dari sekitar peternak di Kabupaten Blitar, ada sekitar 20 persen yang gulung tikar. Pihaknya juga sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dengan sejumlah peternak lain. Ia cukup lega, karena Presiden mau bertemu dengan para peternak dan memberikan solusi bagi sektor peternakan di masa pandemi COVID-19 ini. Sementara itu, Suroto, peternak ayam asal Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, mengakui harga telur ayam terus mengalami penurunan. Hal itu berbanding terbalik dengan harga pakan yang mengalami kenaikan. Ia mengatakan, harga jagung kini sekitar per kilogram hingga per kilogram. Padahal, seharusnya harga jagung adalah per kilogram, sesuai aturan pemerintah. Selain mahal, jagung juga sulit dicari, sehingga peternak pun kebingungan. "Jagung sulit dicari dan harganya tinggi. Kalau mudah dicari, harganya tidak tinggi, padahal dari Kementerian Pertanian surplus 2 juta ton di 2021 ini," kata dia. Sebagai peternak kecil, ia berharap harga jagung bisa normal sesuai dengan aturan pemerintah yakni per kilogram. Dengan itu, peternak pun juga tentunya bisa bertahan di masa pandemi COVID-19 Asmaul ChusnaEditor Nusarina Yuliastuti COPYRIGHT © ANTARA 2021 FrYr4oz.